Suplai dari Caringin, Perumdam TJM Soal Dampak Jembatan Pamuruyan Sukabumi Ambrol

Share This Post

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp

Perumdam TJM Sukabumi bergerak cepat dalam penanganan longsor di sejumlah titik sekitar Jembatan Pamuruyan di Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, yang ambrol pada Selasa (13/12/2022). Ini bagian dari pelayanan prima Perumdam TJM Sukabumi.

Kepala Bagian Pemeliharaan pada Perumdam TJM Sukabumi Andri Setiawan mengatakan untuk mengantisipasi kejadian bencana tanah longsor seperti yang terjadi di Jembatan Pamuruyan, khususnya Cabang Cibadak, pihaknya memiliki strategi dengan menyuplai air dari sistem Caringin.

Andri mengatakan tim Perumdam TJM Sukabumi menghentikan sementara aliran air untuk wilayah Cibadak Kota di Parungkuda yang sumber airnya dari Cipanas di Kecamatan Cidahu. Ini dilakukan lantaran akan ada pemasangan katup penyekat untuk mencegah air masuk ke Jembatan Pamuruyan.

“Jadi untuk wilayah Cibadak Kota khususnya yang terdampak yakni Blok Sukamaju, Pamuruyan, dan Pangadegan, sementara dispulai dari sistem Caringin,” kata Andri.

Pasalnya, jika air dari Cipanas di Kecamatan Cidahu masuk ke Jembatan Pamuruyan, khawatir mengakibatkan kondisi tanah semakin kritis dan memicu terjadinya longsor susulan. Saat ini pelayanan di Blok Sukamaju dan Pamuruyan yang berjumlah sekitar 540 saluran langganan, mati total.

“Target dari pekerjaan akan diselesaikan hari ini sampai malam kita bekerja simultan. Diupayakan untuk pelayanan Sukamaju segera kondusif,” ujarnya.

More To Explore