2026: TJM Cabang Cikembar Targetkan Penggantian 600 Water Meter

Perumdam TJM Cabang Cicurug Siapkan Langkah Antisipasi Kemarau Perusahaan Umum Daerah Air Minum Tirta Jaya Mandiri (Perumdam TJM) Sukabumi Cabang Cicurug terus mengambil langkah proaktif untuk mengantisipasi potensi kekeringan di wilayahnya. Kepala Cabang Perumdam TJM Cicurug, Herni Supriyani, menyatakan bahwa pihaknya sudah menyiapkan berbagai strategi untuk memastikan pasokan air bersih tetap terjaga di tengah musim kemarau yang sedang berlangsung. “Kami sudah berkoordinasi dengan berbagai bagian dalam organisasi kami untuk menghadapi situasi ini. Kami juga menerima pengaduan dari konsumen, yang kemudian kami koordinasikan untuk mencari solusi,” ujar Herni. Herni menjelaskan bahwa meskipun saat ini pasokan air masih cukup, pihaknya mencatat adanya peningkatan pemakaian air pada akhir pekan, terutama pada Sabtu dan Minggu yang merupakan jam puncak penggunaan. Hal ini menyebabkan beberapa daerah di dataran tinggi mengalami keterlambatan aliran air. “Dataran tinggi memang agak terlambat mendapatkan air, karena harus menunggu aliran di daerah bawah selesai terlebih dahulu. Kami terus berkoordinasi dengan berbagai bagian untuk mengatasi hal ini,” tuturnya. Selain itu, Herni juga mengungkapkan bahwa saat ini terdapat kebocoran pipa berukuran 6 inci di daerah Cipanas. Namun, meski ada kebocoran, pelayanan air kepada konsumen tidak terganggu. “Sampai saat ini, belum ada dampak signifikan dari musim kemarau yang berlangsung. Untuk wilayah Kutajaya juga masih aman dan bisa teratasi," jelasnya. Herni mengatakan bahwa potensi dampak akan muncul jika terjadi kebocoran di sumber air Cipanas, karena wilayah itu berperan penting dalam suplai air ke beberapa area. Jika terjadi kebocoran, Perumdam TJM Cicurug bergerak cepat untuk memperbaikinya agar distribusi air kembali normal. “Sejauh ini belum ada permintaan tambahan air dari masyarakat,” katanya. Ia juga mengimbau konsumen untuk menggunakan air secukupnya, terutama saat jam puncak, agar konsumen yang berada di dataran tinggi tidak mengalami kesulitan. "Jika memiliki toren, gunakan untuk menampung air dan matikan aliran ketika sudah penuh," pesannya. Selain itu, Herni mengimbau kepada konsumen untuk menunaikan kewajibannya dalam pembayaran. Ia juga mengingatkan bahwa apabila terjadi kebocoran setelah water meter, hal tersebut menjadi tanggung jawab konsumen. Namun, jika kebocoran terjadi sebelum water meter, Perumdam TJM akan bertanggung jawab untuk memperbaikinya. "Laporan segera kepada kami jika terjadi kebocoran, agar segera bisa ditangani," pungkasnya.

Share This Post

Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Jaya Mandiri (TJM) Kabupaten Sukabumi Cabang Cikembar terus melakukan program penggantian water meter pelanggan secara bertahap sepanjang tahun 2026. Program ini ditujukan untuk mengganti water meter yang bermasalah seperti mati, pecah, buram, rusak maupun yang hilang.

Kepala Cabang Perumdam TJM Cikembar, Herni Supriyani, menjelaskan bahwa penggantian water meter tersebut tidak dikenakan biaya alias gratis kepada pelanggan. Terutama bagi pelanggan yang mengalami kehilangan water meter, yang dalam beberapa bulan terakhir cukup banyak terjadi di wilayah Cikembar.

Penggantian water meter ini gratis. Kalau kehilangan, konsumen bisa melapor terlebih dahulu dengan melampirkan surat keterangan kehilangan dari kepolisian. Setelah itu kami usulkan untuk penggantian water meter yang baru,” ujar Herni, Selasa (20/1/2026).

Untuk tahun 2026, Cabang Cikembar menargetkan penggantian sebanyak 600 unit water meter, dengan progres sekitar 50 unit per bulan. Target tersebut disesuaikan dengan kapasitas pekerjaan petugas agar tidak mengganggu pelayanan lainnya.

“Target kita 2026 itu 600 water meter. Jadi per bulan sekitar 50 unit, supaya tetap seimbang dengan pekerjaan lain di lapangan,” jelasnya.

Herni menuturkan, mekanisme penggantian dilakukan berdasarkan laporan pelanggan maupun hasil pengecekan internal melalui sistem billing. Water meter yang hilang menjadi prioritas utama karena berpotensi menyebabkan kehilangan air dan ketidakakuratan pencatatan pemakaian.

“Kalau ada laporan kehilangan, konsumen lapor ke cabang, buat surat kehilangan ke polisi, lalu kami ajukan ke pusat. Setelah water meter tersedia, petugas langsung menindaklanjuti ke lapangan,” katanya.

Selain water meter yang hilang, penggantian juga dilakukan terhadap water meter yang mengalami kerusakan, buram, pecah, maupun yang tertimbun akibat perubahan bangunan pelanggan. Kondisi tersebut kerap menyulitkan petugas dalam melakukan pembacaan meter secara rutin.

“Kami juga minta kerja sama pelanggan, terutama yang water meternya tertutup bangunan, agar dipindahkan ke bagian depan supaya mudah dibaca setiap bulan,” tuturnya.

Menurut Herni, penggantian water meter memberikan manfaat langsung, baik bagi pelanggan maupun perusahaan. Water meter yang berfungsi normal akan mencatat pemakaian air secara riil dan akurat, sehingga menghindari perhitungan rata-rata yang selama ini dilakukan pada water meter mati.

Kalau water meter mati, pemakaian sering dirata-ratakan. Setelah diganti, pemakaian tercatat sesuai kondisi sebenarnya. Ini juga membantu peningkatan pendapatan perusahaan,” ungkapnya.

Ia pun mengimbau pelanggan untuk tidak membiarkan water meter dalam kondisi bermasalah. Jika menemukan water meter mati, buram, atau rusak, pelanggan diminta segera melapor ke kantor Cabang Cikembar untuk mendapatkan penjelasan dan tindak lanjut.

Jangan puas kalau pemakaian terlihat kecil karena water meter mati. Kalau ada masalah, silakan datang ke kantor, nanti akan dijelaskan oleh petugas,” ujarnya.

Ke depan, Perumdam TJM Cabang Cikembar berharap seluruh water meter bermasalah dapat diganti secara bertahap, termasuk water meter yang usia pemakaiannya telah lebih dari lima tahun. Herni juga berharap adanya kerja sama dari seluruh pelanggan agar program ini dapat berjalan lebih cepat dan tuntas.

“Kami mohon kerja sama konsumen untuk melapor jika ada water meter bermasalah, supaya bisa kami prioritaskan dan ditangani satu per satu,” pungkasnya.

More To Explore